• info@yakin-indonesia.org   
  • +62-21-7230827, 7397046




    Keputusan Menteri PUPR NO. 66/KPTS/M/2018 Tentang Komite Keselamatan Konstruksi   |   Surat Edaran Menteri PUPR No. 1/SE/M/2017 tentang Penentuan Biaya Langsung Personil dalam Penyusunan HPS Pengadaan Jasa Konsultasi Konstruksi di KemenPUPR   |   Permen No. 35/PRT/M/2016 tentang Cetak Biru Teknologi Informasi dan Komunikasi di Kementerian PUPR   |   Surat Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR No. KU.0301-Sj/600 perihal Persiapan Pelaksanaan Pelelangan Dini TA 2018   |   Surat Edaran Menteri PUPR Nomor 12/SE/M/2017 tentang Tata Cara Penyesuaian/Inpassing PNS dalam Jabatan Fungsional PUPR   |   SE lnspektur Jenderal Nomor: 09/SE/IJ/2017 tentang Pedoman Penyelenggaraan Klinik Konsultasi lnspekorat Jenderal Kementerian PUPR dan SK lnspektur Jenderal Nomor 33/KPTS/IJ/2017 tentang Pembentukan Klinik Konsultasi lnspektorat Jenderal Kementerian PUPR   |   Announcement of Contract Awarded for National Management Consultant (NMC) for PAMSIMAS III   |   Capacity Building - Penerapan Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU)   |   Informasi Seleksi Terbuka JPT Pratama di Badan POM   |   Sayembara Desain Logo LPJK   |   Lomba Foto Konstruksi Indonesia   |   



    VISI

    Konstruksi Indonesia berbasis Kompetensi dan Kemampuan.

    MISI

    1. Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang profesional di bidang konstruksi.
    2. Meningkatkan kinerja Sumber Daya Manusia konstruksi.
    3. Berperan aktif dalam pengembangan kemampuan di bidang konstruksi.

    BUDAYA KONSTRUKTIF

    a. Berpikir nilai tambah (plus thinking).
    b. Saling membangun (win-win), baik untuk lingkup internal/lembaga, dengan mitra kerja, maupun dengan masyarakat (stakeholders).
    c. Saling peduli (care) untuk perbaikan berkelanjutan (continuous improvement).
    d. Lean construction (waste reduction, recycle, reuse).

    TUJUAN

    1. Menghasilkan manusia yang memiliki kompetensi tinggi di bidang konstruksi, berkarakter, dan berdaya saing untuk memperkuat dan meningkatkan kinerja organisasi di bidang konstruksi.
    2. Terbangunnya lembaga yang proaktif untuk mengantisipasi kebutuhan dan perkembangan konstruksi.
    3. Terselenggaranya jaringan kerjasama yang saling membangun dengan para pihak terkait (stakeholders), baik dalam menghasilkan manusia yang kompeten maupun dalam memperkuat dan meningkatkan kinerja organisasi di bidang konstruksi.








    “ Wujudkan Industri konstruksi nasional yang handal dan siap bersaing ”