• info@yakin-indonesia.org   
  • +62-21-7230827, 7397046




    Keputusan Menteri PUPR NO. 66/KPTS/M/2018 Tentang Komite Keselamatan Konstruksi   |   Surat Edaran Menteri PUPR No. 1/SE/M/2017 tentang Penentuan Biaya Langsung Personil dalam Penyusunan HPS Pengadaan Jasa Konsultasi Konstruksi di KemenPUPR   |   Permen No. 35/PRT/M/2016 tentang Cetak Biru Teknologi Informasi dan Komunikasi di Kementerian PUPR   |   Surat Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR No. KU.0301-Sj/600 perihal Persiapan Pelaksanaan Pelelangan Dini TA 2018   |   Surat Edaran Menteri PUPR Nomor 12/SE/M/2017 tentang Tata Cara Penyesuaian/Inpassing PNS dalam Jabatan Fungsional PUPR   |   SE lnspektur Jenderal Nomor: 09/SE/IJ/2017 tentang Pedoman Penyelenggaraan Klinik Konsultasi lnspekorat Jenderal Kementerian PUPR dan SK lnspektur Jenderal Nomor 33/KPTS/IJ/2017 tentang Pembentukan Klinik Konsultasi lnspektorat Jenderal Kementerian PUPR   |   Announcement of Contract Awarded for National Management Consultant (NMC) for PAMSIMAS III   |   Capacity Building - Penerapan Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU)   |   Informasi Seleksi Terbuka JPT Pratama di Badan POM   |   Sayembara Desain Logo LPJK   |   Lomba Foto Konstruksi Indonesia   |   

    Kunjungi Sumut, Dubes Turki Tawarkan Kerja Sama Infrastruktur
    Turki menawarkan kerja sama ekonomi dan infrastruktur kepada pemerintahan provinsi Sumatera Utara (Sumut).

    19 Maret 2018 09:30:00



    Duta Besar (Dubes) Turki Mehmet Kadri Sander Gurbuz menyampaikan hal itu saat berkunjung ke Sumatera Utara. Mehmet menjelaskan kedatangannya ke Sumut dalam rangka ingin menjalin kerja sama di berbagai bidang antara lain sektor energi, pariwisata, pendidikan, perdagangan ekspor dan impor, serta pembangunan infrastruktur.

    Dari sektor energi, Turki menawarkan bentuk kerja sama energi panas bumi (Geothermal). Ini memanfaatkan energi panas bumi sebagai sumber energi listrik karena Indonesia mempunyai 65 persen potensi geothermal.

    Untuk sektor pariwisata, Turki sebagai negara yang mampu mendatangkan 35 juta wisatawan untuk berkunjung, sangat tertarik bekerja sama dalam pembangunan Kawasan Danau Toba.

    Di sektor pendidikan, Turki mempunyai program pertukaran pelajar dan pemberian beasiswa kepada para mahasiswa baik universitas negeri maupun swasta.

    Dalam bidang perdagangan ekspor impor, kelapa sawit dan karet sebagai bahan baku hampir di 95 persen industri di negara ini.

    Sedangkan pembangunan infrastruktur, Turki mempunyai perusahaan yang dapat membantu dalam hal kerja sama infrastruktur. Salah satunya, Turki sedang membangun bandara terbesar di dunia yang dilaksanakan oleh 5 perusahaan besar.

    Bandara tersebut dapat menampung 150 juta penumpang setahun. Turki sendiri telah membuka rute penerbangan langsung ke Jakarta dan akan membuka rute ke Bali.

    “Di samping itu, kedatangan saya beserta rombongan ingin melakukan kerja sama melalui program Sister City. Karena Provinsi Sumut memiliki tipologi yang sama dengan Provinsi Mersin di bagian selatan Negara Turki sebagai daerah wisata dan pelabuhan serta industri,” kata Mehmet, Senin (19/3/2018).


    Turki tawarkan kerja sama infrastruktur (Foto: Liputan6.com/Reza Effendi)


    Untuk sektor pariwisata, Turki sebagai negara yang mampu mendatangkan 35 juta wisatawan untuk berkunjung, sangat tertarik bekerja sama dalam pembangunan Kawasan Danau Toba.

    Di sektor pendidikan, Turki mempunyai program pertukaran pelajar dan pemberian beasiswa kepada para mahasiswa baik universitas negeri maupun swasta.

    Dalam bidang perdagangan ekspor impor, kelapa sawit dan karet sebagai bahan baku hampir di 95 persen industri di negara ini.

    Sedangkan pembangunan infrastruktur, Turki mempunyai perusahaan yang dapat membantu dalam hal kerja sama infrastruktur. Salah satunya, Turki sedang membangun bandara terbesar di dunia yang dilaksanakan oleh 5 perusahaan besar.

    Bandara tersebut dapat menampung 150 juta penumpang setahun. Turki sendiri telah membuka rute penerbangan langsung ke Jakarta dan akan membuka rute ke Bali.

    “Di samping itu, kedatangan saya beserta rombongan ingin melakukan kerja sama melalui program Sister City. Karena Provinsi Sumut memiliki tipologi yang sama dengan Provinsi Mersin di bagian selatan Negara Turki sebagai daerah wisata dan pelabuhan serta industri,” kata Mehmet, Senin (19/3/2018).

    Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengatakan, banyak potensi sumber daya alam di Sumut yang ditawarkan Pemerintah Turki untuk dilakukan kerja sama.

    Dia menuturkan, untuk masalah energi, geothermal yang memanfaatkan energi panas bumi sebagai sumber energi listrik, Sumut mempunyai banyak potensi kekayaan alam yang terbarukan, yang ramah lingkungan.

    Sedangkan masalah daya listrik, saat ini Sumut telah dapat mengatasi masalah kekurangan daya listrik selama 15 tahun terakhir. Hal ini juga karena ada bantuan kapal pembangkit listrik dari Turki yakni Marine Vessel Power Plant (MVPP) yang bersandar di dermaga PLTGU Belawan.

    “Pertumbuhan ekonomi di Sumut sangat tinggi, sehingga keperluan daya listrik cukup banyak. Hari ini sudah dapat teratasi dengan bantuan kapal pembangkit listrik MVPP. Saya sendiri yang menjemputnya untuk dibawa ke Medan, Indonesia dari Turki,” ucap Erry.

    Ia menjelaskan, Sumut sendiri dari sisi pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional. Pertumbuhan ekonomi di Sumut sebesar 5,12 persen di atas rata-rata nasional yang hanya sebesar 5,07 persen. Pertumbuhan ekonomi di Sumut juga dapat mengendalikan inflasi di bawah rata-rata nasional.

    Berdasarkan hasil Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Triwulan I, bahwa inflasi di Sumut pada 2017 yakni 3,2 persen lebih kecil dibanding nasional 3,61 persen.

    Dalam hal pembangunan infrastruktur, saat ini Sumut telah mempunyai 8 bandara, dimana dua bandara diantaranya merupakan bandara internasional yakni di Kuala Namu dan Silangit yang jaraknya tidak jauh dengan Danau Toba.

    Bandara Silangit ini dibangun untuk menunjang perkembangan Kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata bertaraf internasional. Pemerintah juga telah menyediakan lahan seluas 386,5 hektare untuk pengembangan kawasan Danau Toba.

    “Untuk itu diharapkan, pemerintah Turki dapat ikut berperan dengan berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur kawasan Danau Toba maupun perluasan Bandara Internasional Kualanamu,” kata Erry.

    Selain Danau Toba, Sumut yang merupakan provinsi dengan perkebunan kelapa sawit terbanyak di Indonesia juga sedang giat-giatnya mengembangkan kawasan industri yang dikenal dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.

    Di samping itu juga sedang dibangunnya Pelabuhan Kuala Tanjung akan menjadi pelabuhan terbesar di Indonesia bagian barat dan ini tentunya akan mendukung konektivitas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.

    Mengenai kerja sama sister city, Erry sangat menyambut baik. Apalagi jika ditarik benang merah, Sumut dan Mersin merupakan kawasan wisata dengan pelabuhan dan kawasan industri.

    “Harapan saya ke depannya kerja sama bidang ekonomi dan infrastruktur ini dapat dilakukan dan ditingkatkan lagi,” Erry menandaskan. (Reza Efendi)

    Sumber: http://bisnis.liputan6.com/read/3388294/kunjungi-sumut-dubes-turki-tawarkan-kerja-sama-infrastruktur





    Berita Lainnya


    Swasta Sebut Hanya Nonton Proyek Infrastruktur, Ini Kata BUMN

    BUMN konstruksi angkat bicara soal dominasi di proyek infrastruktur. Direktur Pengembangan Usaha PT Hutama Karya (Persero) Putut Ari Wibowo menjelaska......

    Proyek Infrastruktur Dikuasai BUMN, Kontraktor Swasta Gulung Tikar

    “Ayo dong swasta dilibatkan,” curhat Wakil Ketua Umum III Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Bambang Rachmadi saat diskusi......

    Pembekalan Akreditasi LSBU/LSP AKTI - GABPEKNAS - HIPTASI

    Pembekalan Akreditasi LSBU/LSP AKTI - GABPEKNAS - HIPTASI Sesuai UU Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Jasa Konstruksi

    Sebentar Lagi, 2 Proyek Jalan Tol Senilai Rp24,40 Triliun Dilelang

    Eka mengakui bahwa proses lelang Serang—Panimbang seksi 2 sepanjang 33 kilometer memang sedikit tertunda dari rencana pada kuartal pertama 2018 kare......

    Menteri BUMN Dorong Industri Lokal Pacu Produksi Komponen Listrik

    Rini menilai kemampuan Indonesia dalam memproduksi kemponen pembangkit listrik masih sangat minim.
  • Semua Berita

    “ Wujudkan Industri konstruksi nasional yang handal dan siap bersaing ”