• info@yakin-indonesia.org   
  • +62-21-7230827, 7397046




    Keputusan Menteri PUPR NO. 66/KPTS/M/2018 Tentang Komite Keselamatan Konstruksi   |   Surat Edaran Menteri PUPR No. 1/SE/M/2017 tentang Penentuan Biaya Langsung Personil dalam Penyusunan HPS Pengadaan Jasa Konsultasi Konstruksi di KemenPUPR   |   Permen No. 35/PRT/M/2016 tentang Cetak Biru Teknologi Informasi dan Komunikasi di Kementerian PUPR   |   Surat Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR No. KU.0301-Sj/600 perihal Persiapan Pelaksanaan Pelelangan Dini TA 2018   |   Surat Edaran Menteri PUPR Nomor 12/SE/M/2017 tentang Tata Cara Penyesuaian/Inpassing PNS dalam Jabatan Fungsional PUPR   |   SE lnspektur Jenderal Nomor: 09/SE/IJ/2017 tentang Pedoman Penyelenggaraan Klinik Konsultasi lnspekorat Jenderal Kementerian PUPR dan SK lnspektur Jenderal Nomor 33/KPTS/IJ/2017 tentang Pembentukan Klinik Konsultasi lnspektorat Jenderal Kementerian PUPR   |   Announcement of Contract Awarded for National Management Consultant (NMC) for PAMSIMAS III   |   Capacity Building - Penerapan Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU)   |   Informasi Seleksi Terbuka JPT Pratama di Badan POM   |   Sayembara Desain Logo LPJK   |   Lomba Foto Konstruksi Indonesia   |   

    Jembatan terpanjang di Papua dibuat oleh anak negeri
    Pemberangkatan Center Span Jembatan Holtekamp

    03 Desember 2017 10:45:00



    Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menegaskan, Indonesia mampu membangun jembatan bentang panjang dengan kualitas kuat dan rapi.

    Terbukti dalam pembangunan jembatan Holtekamp di Jayapura dengan tipe box baja pelengkung, di mana pengerjaannya bentang utama dilakukan di PT. PAL Indonesia di Surabaya.

    Pembangunan jembatan Holtekamp di Papua oleh Kementerian PUPR dalam rangka mewujudkan Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk membangun dari pinggiran.

    Dengan adanya jembatan itu, mampu mengatasi kepadatan kawasan perkotaan, pemukiman dan kegiatan perekonomian di dalam Kota Jayapura. Karena, jembatan ini memangkas jarak tempuh hingga 17 kilometer di antara kedua lokasi tersebut.

    Hal ini berpengaruh pada waktu tempuh dari Kota Jayapura ke Muara Tami yang akan menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw yang sebelumnya membutuhkan waktu 2,5 jam kini menjadi 60 menit. Jembatan Holtekamp nantinya akan menjadi ikon dan destinasi wisata baru di Papua, khususnya Jayapura.

    "Saya minta kepada Dirjen Bina Marga dan Kepala Balitbang agar ke depan pembangunan jembatan panjang bisa didesain untuk bisa dilaksanakan dengan sumber daya kita sendiri jadi tidak perlu impor. Dengan kebijakan ini akan mendorong inovasi sehingga kita bisa bersaing," kata Menteri Basuki pada acara pelepasan keberangkatan kapal yang membawa satu dari dua bentang utama sepanjang 112,5 meter, di pelabuhan PT. PAL, Surabaya, Minggu (3/12). Acara pelepasan ini bertepatan dengan peringatan Hari Bakti PU ke-72 tanggal 3 Desember.

    Pembangunan jembatan dapat menggerakkan industri baja nasional dan memberikan pekerjaan kepada para tenaga ahli dan pekerja konstruksi Indonesia.

    Pengerjaan bentang utama oleh PT. PAL di Surabaya, merupakan bagian dari memanfaatkan sumber daya yang dimiliki Indonesia. dimana PT. PAL memiliki fasilitas, tenaga ahli terutama untuk pengelasan baja dan dilengkapi pelabuhan.

    "Pengelasannya tidak main-main karena berpengaruh terhadap kekuatan. Tidak semua memiliki fasilitas yang lengkap. Saat ini belum bisa dilakukan di Papua karena fasilitasnya belum tersedia," kata Menteri Basuki.

    Pertimbangan lainnya untuk memproduksi bentang utama oleh PT. PAL Indonesia di Surabaya ialah dalam rangka mitigasi kegagalan konstruksi bila rangka bentang utama dikerjakan di Jayapura. Pasalnya, kawasan tersebut termasuk kawasan rawan gempa. Sehingga akan meningkatkan aspek keselamatan kerja, dan mempercepat waktu pelaksanaan.

    Penyelesaian bentang utama dengan bobot 2.000 ton ini lebih cepat dari jadwal karena menggunakan metode center span strand lifting yang pertama dilakukan di Indonesia. Bentang utama 1 dikerjakan sejak 22 Juli 2017 dan selesai 17 Oktober 2017, sementara bentang utama 2 dikerjakan mulai 19 September hingga 3 Desember 2017.

    Untuk diketahui juga, pembangunan jembatan Holtekamp juga menjadi jembatan pertama yang dikapalkan secara utuh dan terjauh karena menempuh jarak 3.200 km dengan waktu 28 hari perjalanan.

    Menteri Basuki menargetkan pembangunan Jembatan Holtekamp dapat diselesaikan pada September 2018. Saat ini progres pembangunan fisik jembatan telah mencapai 91,80 persen.

    Data Teknis Jembatan Holtekamp

    Total panjang bentang utama jembatan ini 400 meter ditambah jembatan pendekat 332 meter yang terdiri 33 meter pendekat dari arah Hamadi dan 299 meter dari arah Holtekamp sehingga total 732 meter. Lebar jembatan adalah 21 meter yang terdiri 4 lajur 2 arah dilengkapi median jalan.

    Pembangunan Jembatan Holtekamp dilakukan bersama oleh Kementerian PUPR, Pemerintah Provinsi Papua, dan Pemerintah Kota Jayapura. Kementerian PUPR mendanai pembangunan jembatan utama, Pemerintah Provinsi Papua mendanai pembangunan jembatan pendekat arah Holtekamp, dan Pemerintah Kota Jayapura mendanai pembangunan jalan pendekat dan pembebasan lahan.

    Biaya yang dikeluarkan untuk membangun jembatan di atas Teluk Youtefa ini mencapai Rp 1,7 triliun. Proyek ini dikerjakan kontraktor konsorsium PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero).

    Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Utama (Dirut) PT. PAL Indonesia Budiman Saleh, Dirut PT. PP Tumiyono, Dirut PT. Nindya Karya Indrajaya Manopol, Direktur Operasi PT. Hutama Karya Sugeng Rahmadi, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto, Kepala Balitbang Danis H. Sumadilaga, Direktur Jembatan Iwan Zarkasi, Kepala BBPJN XVIII Jayapura Osman H. Marbun dan para pejabat tinggi Pratama lainnya. [hrs]


    Sumber : https://www.merdeka.com/uang/jembatan-terpanjang-di-papua-dibuat-oleh-anak-negeri.html





    Berita Lainnya


    Kunjungi Sumut, Dubes Turki Tawarkan Kerja Sama Infrastruktur

    Duta Besar (Dubes) Turki Mehmet Kadri Sander Gurbuz menyampaikan hal itu saat berkunjung ke Sumatera Utara. Mehmet menjelaskan kedatangannya ke Sumut ......

    Swasta Sebut Hanya Nonton Proyek Infrastruktur, Ini Kata BUMN

    BUMN konstruksi angkat bicara soal dominasi di proyek infrastruktur. Direktur Pengembangan Usaha PT Hutama Karya (Persero) Putut Ari Wibowo menjelaska......

    Proyek Infrastruktur Dikuasai BUMN, Kontraktor Swasta Gulung Tikar

    “Ayo dong swasta dilibatkan,” curhat Wakil Ketua Umum III Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Bambang Rachmadi saat diskusi......

    Pembekalan Akreditasi LSBU/LSP AKTI - GABPEKNAS - HIPTASI

    Pembekalan Akreditasi LSBU/LSP AKTI - GABPEKNAS - HIPTASI Sesuai UU Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Jasa Konstruksi

    Sebentar Lagi, 2 Proyek Jalan Tol Senilai Rp24,40 Triliun Dilelang

    Eka mengakui bahwa proses lelang Serang—Panimbang seksi 2 sepanjang 33 kilometer memang sedikit tertunda dari rencana pada kuartal pertama 2018 kare......
  • Semua Berita

    “ Wujudkan Industri konstruksi nasional yang handal dan siap bersaing ”